![]() |
| FOTO: Penemuan Mayat Gosong di Desa Keban 1 (Ilustrasi) |
MUSI BANYUASIN, JURNALRESKRIM - Warga Desa Keban 1 Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin mendadak heboh setelah ditemukan sesosok mayat dengan kondisi tubuh hangus terbakar di dekat salah satu sumur minyak ilegal di desa tersebut, Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, mayat tersebut diketahui bernama Sumardi bin Topan yang merupakan warga Desa Keban 1. Lokasi penemuan berada di dekat sumur minyak ilegal milik Dodi, warga Desa Air Itam, yang berada di lahan milik H Maspar.
Salah seorang warga Desa Keban 1 yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka bakar dan berada tidak jauh dari sumur minyak.
“Semalam kejadiannya. Kondisi mayat katanya hangus terbakar, posisinya dekat sumur minyak. Identitasnya juga katanya masih warga sini,” ujarnya.
Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.
Kapolsek Sanga Desa IPTU Dr Candra Kalepi melalui Kanit Reskrim IPDA Heri Fitha membenarkan adanya penemuan mayat dengan kondisi luka bakar di lokasi sumur minyak ilegal tersebut.
“Benar telah ditemukan mayat dengan kondisi luka bakar di dekat sumur bor di Desa Keban 1. Untuk identitas masih kita pastikan karena saat ini masih dalam proses identifikasi oleh pihak kedokteran,” ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan aktivitas pengeboran minyak ilegal di lokasi tersebut.
Sementara itu, salah satu aktivis asal Musi Banyuasin mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa pemilik lahan dan pemilik sumur minyak yang berada di lokasi kejadian.
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan meninggalnya warga tersebut.
“Pemilik lahan dan pemilik sumur minyak harus segera diperiksa. Karena diduga kuat kejadian ini berkaitan dengan aktivitas pengeboran minyak ilegal yang masih marak di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap aktivitas sumur minyak ilegal yang dinilai kerap menimbulkan risiko kecelakaan hingga korban jiwa.(*)

0 Komentar